Seperti Kebanyakan perusahaan di Indonesia selalu kesulitan dalam memasarkan produknya sehingga akhirnya produk sulit diterima oleh pasar. Salah satu permasalah yang cukup mendasar adalah bagaimana cara mempromosikan produknya sehingga konsumen sadar benar akan manfaat yang bisa diterima olehnya. Kebanyakan perusahaan merasa bahwa aktifitas promosi ini adalah kegiatan yang cenderung memboroskan biaya yang banyak dan dampaknya baru terasa dalam jangka panjang, padahal kegiatan ini sangatlah penting.
Karena tanpa promosi yang baik, konsumen tidak akan mengenal dan membeli produk kita. Produsen harus bisa memberikan informasi akan manfaat yang baik, mengingatkan konsumen akan benefit produk, membujuk konsumen agar mau membeli produk dan juga membuat konsumen menjadi smart consumen, sehingga pada saat membandingkan produknya dengan yang produk pesaing, konsumen dapat memilih produk kita dan yang terbaik adalah jika perusahaan bisa membuat hubungan yang bersifat mutual sehingga konsumen bisa menjadi mitra bisnis.
Salah satu bentuk promosi yang paling efektif adalah dengan menggunakan strategi Public Relation. Ada beberapa alasan kenapa strategi public relation ini cukup efektif, karena sifatnya yang one 2 one marketing, sehingga konsumen merasa komunikasi yang diberikan adalah untuknya (dedicated) dan juga biaya yang dikeluarkan cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan oleh advertising.
Bentuk public relation dalam pemasaran diantaranya:
· Press releases
· Articles
· Customer Success Stories
· Group Disccusion
· Press Conferences, Interview, or Media Tours
· Radio, Television, or Press Interviews
· Seminars or Speaking Engagements
· Event Sponsorships
Menciptakan komunikasi dua arah yang bersifat hubungan mutualisme antara perusahaan dan konsumen (audience), sehingga perusahaan dan konsumen dapat merasakan nilai dan sikap yang positif dan manfaat yang baik. Dengan cara meningkatkan penggunaan produk adalah dengan membuat sebuah program kampanye yang baik.
Konsumen yang merupakan target utama disini terbagi dua, yaitu konsumen bisnis dan konsumen perorangan (Individu dan Niaga), dimana setiap konsumen mempunyai karakter yang berbeda-beda, oleh karena itu pertama kali yang harus dilakukan sebelum melakukan eksekusi adalah dengan mengidentifikasikan apa yang menjadi kebutuhan utama (needs), apa yang diinginkan (wants) dan berapa banyak permintaan konsumen akan produk tersebut (demands), sehingga perusahaan bisa mengukur besar-kecilnya impact.
Hal kedua yang harus dilakukan adalah dengan mengidentifikasi siapa-siapa saja yang menjadi stakeholder, sehingga kita bisa mengetahui dengan siapa saja kita akan berhubungan di pasar. Pada tahap akhir terpenting adalah mengukur dampak sosial, budaya dan ekonomi yang muncul dari komunikasi yang kita lakukan, apakah dampak yang muncul itu positif sehingga akhirnya konsumen menangkap image yang baik atau dampak yang muncul adalah negatif sehingga akhirnya konsumen menangkap image yang tidak baik. Ada beberapa type dari public relation:
a. Corporate Public Relation
Memperkenalkan perusahan kepada stakeholder yang terdiri dari pemerintah, Pemuka Agama, Investor, LSM, Konsumen, Pesaing, media, supplier dan distributor di daerah target dengan cara melakukan strategi kampanye CPR (Corporate Public Relation).
b. Marketing Public Relation
Memperkenalkan manfaat produk yang bisa didapatkan oleh konsumen kepada penduduk di daerah target, jika menggunakan produk sehingga perusahaan dan konsumen dapat menjadi mitra bisnis dengan cara kampanye MPR (Marketing Public Relation).
Aditya Salya
Pengurus IMA Jabar dan Dosen Pemasaran FE Unpad
Kaitkata: Public Relation